Ilustrasi: Sebelum Viral Pasangan Berzina di Ranjang IGD Rumah Sakit
Aksi tak senonoh pasangan itu direkam oleh orang lain yang juga ada di ruang tersebut secara candid dan diam-diam.
Dari keterangan lokasi Video Viral yang beredar tertulis ruang Instalasi Gawat Darurat ( IGD ) rumah sakit umum daerah RSUD Sanjiwan Gianyar, Bali.
Namun, pihak RS Sanjiwan Gianyar telah membantah hal tersebut Kasus beredarnya video asusila semacam ini memang marak terjadi dan menjadi viral di media sosial Tempatnya pun beragam, ada yang di kamar hotel bahkan ada yang di tempat ibadah
Berikut beberapa kasus pasangan berzina yang tak kalah menghebohkan?
1. Video mahasiswi Kendari
Video yang merekam hubungan suami istri antara seorang wanita cantik dan pria yang wajahnya tidak terlihat kamera viral di media sosial (medsos) dan grup-grup WhatsApp (WA) di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Pemeran wanita dalam video itu diduga kuat diperankan seorang mahasiswi.
Dikutip dari Kompas.com dalam artikel 'Video Viral, Pemerannya Diduga Mahasiswi di Kendari', pemeran wanita dalam video panas tersebut diduga merupakan salah satu warga di Amito, Kabupaten Konawe Selatan.
Sementara wajah pemeran pria dalam video tersebut tidak terlihat kamera.
Kepala Desa Amoito, Usmin Mahseng saat dikonfirmasi mengatakan, ada kemiripan antara wajah pemeran wanita dengan warganya.
“Memang ada kemiripan dengan salah satu warga saya, tapi saya juga jarang ketemu," ungkap Usmin.
Sementara itu dihubungi terpisah, Kepala Subdit Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Humas Polda Sultra Kompol Dolfi Kumaseh mengatakan, rencananya penyidik akan meminta konfirmasi pemeran wanita dalam video tersebut.
"Iya, besok rencananya akan dikonfirmasi (pemeran wanita," ungkap Dolfi.
Sebelumnya, kata Dolfi, pihak Reskrimsus menerima laporan pengaduan dari seorang wanita berinisial NH (22), warga Desa Amoito, Kecamatan Ranomeeto, Konawe Selatan, yang merasa dicemarkan nama baiknya atas beredarnya video tersebut. NH membantah bahwa wanita dalam video itu adalah dirinya.
Dolfi mengimbau kepada warga agar tidak lagi menyebarluaskan video tersebut karena bisa dikenakan UU ITE, dengan ancaman hukuman selama lima tahun penjara.
2. Adegan Ranjang Gadis & 3 Pria Diduga
Video yang merekam adegan ranjang seorang gadis bersama 3 pria yang diduga terjadi di Bali, viral di media sosial dan Whatsapp (WA)
Di dalam video viral tersebut, tampak empat orang yakni 1 gadis dan 3 pria sedang melakukan hubungan suami istri
Melansir dari Tribunnews dalam artikel 'Viral Video Tiga Pria dan Satu Wanita, Diduga Direkam di Bali, Ini Tindakan Polisi', terdengar juga percakapan di antara mereka
Dari percakapannya, gadis tersebut menanyakan kepada salah satu pria "Yang tadi itu temen mu kan? Yang 68 itu loh" tanya si gadis.
Karena pria tersebut tidak tahu maksudnya, pria itu menanyakan kembali. "Apa itu? Oh itu udah beres semuanya, sudah aku kasih tahu".
Telanjur Viral, Ini Pengakuan Wanita yang Disebut Pemeran Video Dewasa Mahasiswi Kendari (Youtube)
Video berdurasi 40 detik itu masih belum diketahui identitas para pemerannya dan dimana video itu dibuat, Terlihat di ruangan tersebut ada televisi dan juga suara musik.
Secara terpisah, Kasubdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Gusti Ayu Putu Suinaci mengatakan masih belum mengetahui soal video tersebut.
Meskipun belum ada laporan mengenai video tersebut, lebih lanjut dikatakan AKBP Gusti Suinaci pihaknya masih akan melakukan penelusuran terlebih dahulu.
Bahkan akan memastikan video yang telah beredar dan menghebohkan masyarakat Bali. "Kami masih tangani kasus yang lain, yang masih dilaporkan langsung oleh masyarakat. Nanti kami telisik lagi. Tapi kan itu masih menduga-duga mengenai lokasinya," tambahnya.
3. Pelajar Lumajang Bercinta di Masjid Probolinggo
Ulah dua pelajar Lumajang berinisial M (17) dan N (16) membuat murka jemaah Masjid Al-Hidayah, Kota Probolinggo, Jawa Timur.
Dua pelajar Lumajang ini nekat berbuat dosa (bercinta) di masjid.
Ulah kelewat batas dua pelajar ini diketahui setelah rekaman video mereka tersebar dan menjadi viral. Warga pun melaporkan mereka ke polisi.
Wakapolres Probolinggo Kompol Imam Pauji saat dikonfirmasi kompas.com (grup surya.co.id) mengakui laporan tersebut.
"Rekaman CCTV yang merekam perbuatan mereka menyebar. Warga geram. Mereka kami amankan kemarin lusa," kata Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Imam Pauji saat dikonfirmasi.
Kedua pelaku, M dan N, sempat diamankan di Polres Probolinggo untuk dimintai keterangan. Namun setelah pelapor atas nama Diya'uddin mencabut laporanya, polisi akhirnya melepaskan kedua remaja tersebut.
Saat itu Diya'uddin menjelaskan, alasan dirinya mencabut karena status kedua pelaku masih pelajar.
“Kami harap ini menjadi pelajaran bagi remaja lainnya," ujar Diya'uddin, Ketua Takmir Masjid Al Hidayah.
Sementara itu, setelah diamankan polisi, kedua pelaku meminta maaf dan berjanji tak akan mengulangi perbuatannya.
"Kedua pelaku masuk ke teras masjid karena kelelahan setelah berjalan-jalan di Kota Probolinggo. Mereka hendak ke rumah temannya, namun tidak ditemukan. Kedua pelaku sudah meminta maaf dan telah menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi,” kata Pauji.
Setelah itu, keduanya segera diantar ke rumah masing-masing di Kecamatan Randuagung, Lumajang.
Ilustrasi: Kontroversi Lokasi Video Panas Gadis Pramuka Viral di WhatsApp (WA), Awalnya Dikira di Tasikmalaya (NET via Tribun Sumsel)
Sementara itu, berdasar keterangan polisi, kedua pelaku ditangkap setelah menganalisa serta meminta keterangan para saksi.
"Kami membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk meringkus kedua remaja tersebut. Keduanya berhasil ditemukan setelah petugas meminta keterangan berbagai saksi dan melihat serta menganalisis rekaman CCTV,“ kata Pauji.
Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit motor dan beberapa pakaian yang diduga dikenakan para pelaku saat berbuat mesum.
Atas perbuatan mereka, kedua pelaku bisa diancam melanggar Pasal 281 ayat 1 KUHP, dengan ancaman dipenjara paling lama 2 tahun 8 bulan.
Dan kasus terbaru, video pasangan berzina di atas ranjang Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebuah rumah sakit, viral di media sosial
Dua sejoli itu nekat berhubungan intim, dan direkam oleh salah seorang yang berada di ruangan yang sama dengan sembunyi-sembunyi.
Video viral ini menyangkut nama rumah sakit daerah di Bali.
Video dewasa kedua sejoli tersebut mendadak viral lantaran dilakukan di balik tirai rumah sakit yang berada di ruang Instalasi Gawat Darurat ( IGD ).
Aksi tak senonoh pasangan itu direkam oleh orang lain yang juga ada di ruang tersebut secara candid dan diam-diam.
Padahal diketahui infus masih terpasang di tangan pasangan pria yang terlihat sedang sakit dan mendapat perawatan di IGD rumah sakit.
Dari Video Viral yang beredar media sosial tersebut, tampak sepasang remaja itu berhubungan intim di ranjang dan tempat tidur pasien.
Dari rekaman itu, terlihat pula pelaku laki-laki masih menggunakan infus namun melakukan tindakan sesonoh itu.
Di detik terakhir, pelaku wanita tampak sempat menoleh ke arah kamera. Melihat hal tersebut, perekam Video Viral langsung menarik kameranya.
Dari keterangan lokasi Video Viral yang beredar tertulis ruang Instalasi Gawat Darurat ( IGD ) rumah sakit umum daerah RSUD Sanjiwan Gianyar, Bali.
Terkait dugaan lokasi rumah sakit tersebut, pihak RS Sanjiwan Gianyar pun akhirnya buka suara.
Secara tegas, pihaknya membantah bahwa video asusila yang beredar tersebut terjadi di RS Sanjiwan Gianyar.
Bantahan tersebut ditegaskan oleh Dirut RSUD Sanjiwani Gianyar, Ia Komang Upeksa dalam keterangannya. "Melihat dari tirainya saja, sudah bisa dipastikan bukan RSUD Sanjiwani, kami tidak ada menggunakan yang seperti itu.
Ini bisa diperiksa langsung ke rumah sakit," ujar Ida, "KRONOLOGI Video Viral Pria Nekat Berzina dengan Pacar di Ranjang IGD, Infus Masih Terpasang".
Diketahui, Video Viral yang beredar tersebut menunjukkan latar belakang sebuah horden atau tirai berwarna biru dengan lis putih, yang menjadi sekat antar tempat tidur pasien.
Terkait video asusila yang mengatasnamakan RS Sanjiwani Gianyar, nama baik rumah sakit sudah sangat tercoreng.
Ia lantas berkoordinasi dengan Dinas Inkom Gianyar untuk menelusuri kebenaran video asusila itu.
"Kami tegaskan, video itu tidak benar dilakukan di RS Sanjiwani. Kami bersama Inkom tengah menelusuri video tersebut.
Sebab ini tak hanya mencoreng nama baik Sanjiwani, tetapi juga Pemkab Gianyar, dan masyarakat Gianyar," tegas Ida.
Sementara itu, Kapolres Gianyar, AKBP Priyanto Priyo Hutomo terus mendalami beredarnya video tersebut.
"Kita masih dalami terkait video itu. Di mana lokasi dan siapa yang ada di dalam video," ungkap Priyanto. Sampai saat ini, belum ada laporan atau aduan terkait beredarnya video tersebut.
"Kita juga belum lakukan pemeriksaan dan penyelidikan. Masih kita kumpulkan informasi-informasi terkait itu. Belum ada laporan juga ke kita pihak yang dirugikan atau semacamnya," tegas AKBP Priyanto.
Categories :
Viral

