Jangan Malu Siapa Keluargamu Tapi Berbanggalah Dari mana Keluargamu Jika Ingin Sukses




Meraih sebuah kesuksesan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi butuh perjuangan. Dan hanya orang-orang yang berjuang, berani merangkak dari tangga paling bawah, siap dicibir dan dipandang sebelah mata, yang bisa menggapai kesuksesan. Seperti yang dialami sosok pemuda dalam kisah berikut.

Diceritakan. Namanya Hafid Bahtiar, pemuda asal Tulungagung, Jawa Timur. Ia bukanlah orang kaya, bahkan lahir dan datang dari keluarga yang bisa dikatakan pas-pasan. Ayahnya hanya seorang penjual gorengan dan penghasilannya pun tidak seberapa. Tapi ayah Hafid seorang pejuang. Demi keluarga, sang ayah tak putus asa untuk banting tulang.

Hafid sendiri sudah dua kali mendaftar menjadi Taruna Akmil. Namun, pada kesempatan tes pertama, Hafid gagal. Saat mengalami kegagalan, Hafid pun mengingat pesan orang tuanya, “Jangan pandang siapa orang tuamu atau keluargamu tetapi berbanggalah darimana keluargamu."

Meski mengalami kegagalan, Hafid tetap berjuang keras meskipun kondisi ekonominya tak mendukung. Sebelum masuk Akmil, Hafid Bahtiar kerap membantu orang tuanya untuk bekerja. Hafid pun kerap mengantarkan gorengan ke warung-warung untuk dijual bahkan ia kerap membawa gorengan tersebut ke sekolahnya.


Saat masuk bangku SMA, Hafid Bahtiar semakin bekerja keras. Ia meluangkan waktunya setelah pulang sekolah untuk bekerja sebagai tukang batu marmer dan menjadi pelatih basket anak-anak di kampungnya.

Upah yang didapat dari dua pekerjaan itu, ia gunakan untuk makan sehari-hari dan uang jajan. Kondisi keluarganya ini tak membuat Hafid Bahtiar patah semangat. Ia tetap pada pendiriannya untuk menjadi seorang Perwira TNI.

Mental pekerja keras yang diwariskan oleh sang ayah akhirnya membuahkan hasil. Setelah lulus SMA, Hafid coba-coba mendaftar di Akademi Militer dan mengikuti tes kedua. Alhasil, Hafid pun berhasil lolos sebagai Taruna Akmil.

Hafid bahkan menjadi mayoret Taruna Drumb Band saat pendidikan di sana. Hafid menunjukkan semangatnya yang tinggi. Walaupun orang tuanya dulu tukang gorengan dan kini hanya kerja serabutan, Hafid bercita-cita menjadi seorang Jenderal.

“Meski saya anak seorang kuli bangunan tetapi cita-cita saya ingin menjadi Panglima TNI,” kata Hafid.

Nah, bagaimana menurut sahabat semua? Bila ada pendapat atau masukan silakan tulis di kolom komentar ya. Jangan lupa share bila menyukai postingan ini. Terima kasih.

You May Like


Categories : Viral


Download Now

YOU MIGHT ALSO LIKE

PAGEVIEWS